Timnas Indonesia akan memulai perjalanan di Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat, 25 September 2026, dan menjadi kesempatan bagi John Herdman untuk kembali menguji fondasi permainan Skuad Garuda.
Bagi Herdman, pertandingan pertama bukan sekadar persoalan mengamankan hasil. Pelatih asal Inggris itu juga ingin memastikan para pemain kembali memahami prinsip dan karakter permainan yang selama ini coba dibangun bersama tim.
Hal tersebut menjadi perhatian Herdman karena komposisi Timnas Indonesia kini kembali diperkuat mayoritas pemain utama. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi sang pelatih untuk menghidupkan kembali pola permainan yang sebelumnya berjalan cukup baik ketika Indonesia tampil pada FIFA Matchday Maret dan Juni 2026.
“Ya, langkah pertama adalah menyatukan kembali grup ini dengan identitas kami. Saya pikir itu selalu menjadi langkah pertama sebagai pelatih, untuk menanamkan identitas yang telah bekerja dengan baik bagi kami dalam pertandingan kandang pada periode Maret dan Juni 2026 ketika para pemain ini tersedia,” ujar Herdman.
Menurut Herdman, pemahaman terhadap identitas tim menjadi fondasi sebelum Indonesia berbicara lebih jauh mengenai target di turnamen. Para pemain harus kembali mengetahui peran masing-masing serta memahami bagaimana tim ingin bermain ketika menghadapi lawan.
Namun, Herdman tidak ingin proses membangun kembali identitas tersebut membuat Indonesia melupakan target utama pertandingan. Dalam kompetisi dengan format turnamen, kemenangan pada laga pertama dapat memberikan modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Kemudian hal kedua adalah menemukan cara untuk menang. Maksud saya, ini adalah sepak bola turnamen, jadi hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendapatkan tiga poin,” tegasnya.
Artinya, Herdman ingin Skuad Garuda mampu menyeimbangkan dua kebutuhan sekaligus: mempertahankan ciri khas permainan dan memastikan efektivitas di lapangan.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga menekankan pentingnya hubungan antara tim dan para pendukung. Menurutnya, permainan Indonesia harus memiliki identitas yang jelas sekaligus memberikan sesuatu yang dapat dibanggakan oleh suporter.
“Jadi, kami akan mencari cara untuk menang pada Jumat, membawa mereka kembali ke gaya permainan kami, mengingatkan siapa kami dan untuk siapa kami melakukan semua ini, yaitu para penggemar kami,” jelas Herdman.
Pertandingan kontra Singapura pun menjadi ujian awal bagi rencana tersebut. Indonesia akan berusaha membangun kembali kekompakan skuad sekaligus membuka FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil maksimal di hadapan publik sendiri.
