Sabtu, 25 April 2026 – Panggung kompetitif Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 kembali memanas pada pertandingan Minggu ke-5 Hari ke-2. Tiga laga sengit tersaji di MPL Arena, menyuguhkan berbagai kejutan, comeback dramatis, hingga pertarungan durasi panjang yang menguras tenaga. Tim-tim besar saling sikut demi mengamankan posisi mereka di klasemen menjelang akhir dari paruh pertama (leg 1) dan pembukaan paruh kedua (leg 2) musim ini.
Pertandingan yang berlangsung mencakup pertemuan antara DEWA United melawan RRQ Hoshi pada pukul 14.15 WIB, dilanjutkan dengan Alter Ego (AE) melawan Team Liquid ID (TLID) pukul 17.15 WIB, dan ditutup dengan laga panas paruh kedua antara EVOS berhadapan dengan Bigetron (BTR) by Vitality pada pukul 20.15 WIB.

Hasil Pertandingan Lengkap MPL ID Season 17 – Week 5 Day 2
Berikut adalah ulasan eksklusif dari hasil pertandingan dan rincian statistik faktual berdasarkan siaran resmi MPL ID Season 17.
Match 1: DEWA UNITED vs RRQ HOSHI (Skor Akhir: 2-0)
Laga pembuka hari ini menjadi laga yang sarat akan beban moral, khususnya bagi RRQ Hoshi yang bertekad memecahkan belenggu kekalahan beruntun (7 lose streak) mereka di musim ini. Mengusung jajaran roster “Trio Super” yaitu Super Ken, Super Dan, dan Super Toy, RRQ mencoba peruntungan mereka menghadapi DEWA United yang tengah konsisten berada di papan atas klasemen. Namun, DEWA United yang digawangi oleh Kin, Dolin, Okta, Mueza, dan Maybe tampil sangat beringas.
Game 1: Adu Kesabaran dan Comeback DEWA United
Pada fase early game, RRQ Hoshi sebenarnya tampil cukup mendominasi. Mereka bermain dengan setup pick-off yang rapi, mengamankan Turtle pertama, dan unggul dari segi poin kill [01:02:10]. Super Toy yang menggunakan Karrie benar-benar dijaga ketat agar dapat menjadi jaminan late game. Bahkan, RRQ sempat unggul hingga 3.000 Gold di pertengahan permainan.
Namun, DEWA United membuktikan mengapa mereka adalah tim yang patut ditakuti. Menghadapi tekanan RRQ, DEWA bermain dengan sangat sabar. Titik balik terjadi ketika DEWA berhasil melakukan pertahanan solid di area Top Lane dan menghukum over-commit yang dilakukan oleh pemain-pemain RRQ [01:08:04]. Okta yang menggunakan hero bertipe burst dipersenjatai dengan item Sky Piercer, berhasil mengumpulkan stack eliminasi dan mendulang Triple Kill hingga Maniac.
Puncak pertempuran terjadi di menit ke-25 saat perebutan Lord krusial. DEWA berhasil meratakan barisan pertahanan RRQ dengan setup ciamik dan damage output luar biasa dari Maybe dan Okta. DEWA United sukses mengamankan kemenangan pertama pada menit 25 [01:22:08], menyudahi perlawanan RRQ yang sempat memimpin di awal laga.
Game 2: Agresi Tanpa Henti DEWA United
Berbeda dengan Game 1 yang memakan waktu hingga 25 menit, DEWA United tampil sangat brutal dan agresif di Game 2. Mempelajari kesalahan di early game sebelumnya, kali ini DEWA tidak memberikan celah sedikitpun bagi RRQ Hoshi. Dolin yang menggunakan hero jungler tampil dominan dengan unggul dua level dari Super Ken pada menit ke-5, mengamankan retribusi Turtle secara berturut-turut [01:50:10].
Setup yang dibangun oleh Mueza dan agresi mematikan dari Kin berhasil melakukan invade ke Purple Buff RRQ berulang kali. RRQ Hoshi yang kembali menggunakan strategi pick-off benar-benar dibuat tidak berkutik karena tidak diberikan resource farming yang cukup. Dengan dominasi total dari segi Gold, Turtle, dan penguasaan map, DEWA United menyudahi permainan dengan waktu yang sangat singkat, yakni 11 menit 51 detik [01:59:29]. Kemenangan 2-0 ini memperpanjang penderitaan RRQ Hoshi menjadi 8 kali lose streak tanpa memenangkan satu match pun di leg pertama.
Statistik Penampilan Pemain Kunci (DEWA United):
-
Okta tampil bersinar sebagai MVP pada laga ini. Penguasaannya terhadap hero Mage jarak jauh dipadukan dengan pemanfaatan Sky Piercer memungkinkannya mengamankan 15 kill di Game 1 dan nyaris mendapatkan Savage [01:25:31].
-
Maybe mencatatkan Assist luar biasa dengan penyelesaian 0 Kematian (KDA 2/0/9 di salah satu pertempuran krusial), membuktikan dirinya tak hanya sanggup melakukan penempatan posisi yang baik tetapi juga memberikan kontribusi maksimal dalam team fight [01:28:06].
-
Dolin menunjukkan dominasi Retribution yang solid melawan Super Ken, membuktikan kematangannya sebagai salah satu pilar utama DEWA musim ini.
Match 2: ALTER EGO vs TEAM LIQUID ID (Skor Akhir: 1-2)
Pertandingan kedua menjadi saksi pertarungan sengit antara Alter Ego (AE) dan Team Liquid ID (TLID). TLID berada dalam kondisi haus kemenangan setelah menelan tiga kali lose streak, sementara Alter Ego membutuhkan poin tambahan demi mengamankan posisi mereka di klasemen tengah. TLID turun dengan line-up Aran, King Kevin, Rilioni, Kyo, dan Drichel, melawan armada Alter Ego yang terdiri dari Nino, Yazuke, Hijume, Alex, dan Arvi.
Game 1: “Kuda Lumping” King Kevin Membawa TLID Comeback
Alter Ego yang dikenal dengan tempo permainan cepat di early game langsung tancap gas sejak menit awal. Bermain agresif mengandalkan inisiasi dari Baksia (Yazuke), AE sukses mendominasi Turtle dan mengambil keunggulan Gold [04:06:10]. TLID bahkan tertekan hebat, di mana pergerakan Rilioni beberapa kali berhasil ditangkal.
Namun, TLID tidak menyerah begitu saja. King Kevin yang menggunakan Leomord—dan kerap diasosiasikan dengan “Kuda Lumping”—menunjukkan clutch moment luar biasa. Pada sebuah pertempuran krusial di area Jungle, Kevin bertahan dari kepungan tiga pemain Alter Ego berkat itemisasi hybrid defense (emblem Marksman) yang membuatnya kebal dan memberikan regenerasi HP mumpuni [04:13:05]. Disokong oleh Combo mematikan dari skill Drichel dan penguasaan arena dari Aran, TLID memenangkan team fight besar dan langsung melakukan straight push. TLID secara mengejutkan mencuri Game 1 pada menit ke-11 dengan sebuah skenario comeback epik [04:13:26].
Game 2: Alter Ego Membalas dengan Dominasi Total
Tidak terima dipermalukan di Game 1, Alter Ego langsung membalas dendam di Game 2. Alex yang memainkan Hilda menjadi mimpi buruk bagi TLID. Alex secara konstan menginvasi Jungle dan mengganggu rotasi pemain TLID, bahkan sukses melakukan zoning out yang sangat parah terhadap Kyo di Gold Lane [04:47:02].
Yazuke yang kembali mengandalkan hero jungler tangguh mengontrol penuh seluruh Turtle dan perputaran objektif. TLID benar-benar tidak diberikan space farming, hingga selisih Gold menembus margin 10.000. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit bagi Alter Ego untuk meratakan basis TLID dan memaksa pertandingan berlanjut ke Game 3 [04:56:23].
Game 3: Akhir Penderitaan TLID
Sebagai pertandingan penentuan sekaligus laga penutup untuk leg pertama musim ini, kedua tim bertarung hidup mati di Game 3. Permainan berjalan alot dengan tarik ulur penguasaan tempo yang brilian. TLID yang belajar dari kekalahan di Game 2 tampil lebih disiplin. Aran kembali menunjukkan kelasnya sebagai garda terdepan TLID dengan memberikan perlindungan luar biasa untuk barisan belakangnya [05:43:11].
Pertarungan berlarut-larut hingga menembus fase Late Game dan melibatkan Lord Evolve. Di saat Alter Ego mencoba memberikan perlawanan terakhir dengan formasi team fight mereka, eksekusi Blazing Duet dari Kyo yang sempurna berhasil meratakan dua pilar penting Alter Ego [05:44:25]. Tanpa sisa pemain yang mampu melakukan defense, TLID menghancurkan Base Alter Ego, mengklaim kemenangan 2-1 dan mengakhiri lose streak menyakitkan mereka [05:44:34].
Statistik Penampilan Pemain Kunci (TLID & Alter Ego):
-
King Kevin (TLID): MVP dan “Satria Berkuda” bagi TLID. Menggunakan Leomord dengan racikan Emblem Marksman (memberikan adaptive penetration), ia sukses memberikan burst damage tinggi sekalipun sedang dikeroyok [05:00:06].
-
Drichel (TLID): Mengandalkan pemosisi yang luar biasa. Sepanjang pertempuran di Game 3, Drichel menorehkan angka 90% Team Fight Participation, memastikan semua kerusakan tersampaikan tanpa menyentuh frontline Alter Ego secara membahayakan.
-
Alex & Yazuke (AE): Meski kalah, permainan agresif Alex dengan Hilda di Game 2 serta dominasi objektif Yazuke membuktikan bahwa Alter Ego adalah penguasa early game sejati.
Match 3: EVOS vs BIGETRON BY VITALITY (Skor Akhir: 0-2)
Laga ketiga merupakan pembukaan leg kedua dari MPL ID Season 17, mempertemukan kembali raksasa EVOS dan Bigetron (BTR) by Vitality. Di leg pertama, BTR berhasil memenangkan duel. Pertemuan ini sarat gengsi, karena EVOS bertekad menyeimbangkan skor pertemuan (head-to-head) sementara BTR ingin mengokohkan takhta mereka di peringkat ke-2 klasemen sementara. BTR turun dengan Nail, Eman, Moreno, Fin, dan Shogun; sedangkan EVOS menurunkan Luke, Albert, Key, Erlan, dan Fluffy/Ki.
Game 1: Permainan Sabar dan Flanking Bigetron
Laga ini langsung disuguhkan dengan tensi tinggi sejak detik pertama. BTR mengambil inisiatif first blood, namun EVOS membalas dengan kontrol obyektif yang rapi oleh Albert di area Turtle [07:09:58]. Pertarungan terus berjalan imbang hingga menit ke-10, di mana EVOS sempat unggul dengan memanfaatkan pergerakan cepat dari Erlan di Gold Lane.
Meski sempat tertinggal dalam Gold, BTR by Vitality menunjukkan ketenangan luar biasa. Trio Mid mereka (Nail, Moreno, Fin) bekerja sama merancang manuver flanking atau serangan dari titik buta (blind spot). Strategi ini membuahkan hasil saat penyergapan mendadak yang dilakukan Nail menggunakan Harley berhasil membungkam barisan pertahanan EVOS. BTR sukses meratakan pemain EVOS (Wipe Out) setelah memanfaatkan setup dari Fin, merebut penguasaan Lord, dan mengunci kemenangan di Game 1 pada menit ke-15 [07:23:09].
Game 2: Drama Pertahanan dan Game Terlama Musim Ini
Game kedua menjadi salah satu laga paling bersejarah dan menegangkan di musim ini, memecahkan rekor durasi permainan. EVOS tampil kesetanan di awal, dengan Erlan yang menggunakan Granger sukses menembus frontline BTR berkat raihan stack Sky Piercer yang maksimal [07:57:10]. Dominasi EVOS sangat mutlak, di mana mereka berhasil menekan BTR hingga tertinggal belasan ribu Gold dan hanya menyisakan basis utama (tiga Base Turret hancur).
Namun, mentalitas baja ditunjukkan oleh BTR by Vitality. Di bawah bayang-bayang kekalahan, BTR menolak untuk menyerah. Shogun tampil sebagai samsak yang luar biasa menahan gempuran peluru dari Erlan. Di sisi lain, Eman (yang didapuk sebagai pelindung Late Game) diberikan ruang krusial untuk mencicil item-nya hingga rampung [08:03:05]. Keajaiban sesungguhnya terjadi saat menit memasuki ke-27. Di tengah setup Lord Evolve, Fin yang bersembunyi di area rumput berhasil melakukan penyergapan mematikan ke lini belakang EVOS [08:14:07]. Serangan beruntun dari Moreno dan akurasi eksekusi dari Eman membuat formasi EVOS hancur lebur seketika. BTR menciptakan Wipe Out monumental dan melenggang untuk menghancurkan Base EVOS, mencetak Comeback fantastis dan menutup pertandingan dengan skor 2-0 [08:15:12].
Statistik Penampilan Pemain Kunci (BTR by Vitality):
-
Eman: Dinobatkan sebagai MVP dan Rich Guy pada pertandingan ini berkat kesabarannya menuntaskan scaling di kala tim sedang tertinggal. Ketepatan positioning yang ia terapkan membuat Erlan dari EVOS kesulitan menargetkannya di pertarungan akhir [08:34:13].
-
Moreno: Menjadi jangkar utama BTR di Game 2. Kesigapannya melakukan inisiasi balik dengan KDA cemerlang (11 kill partisipasi dominan tanpa kematian krusial di akhir) berhasil menyelamatkan tim dari ujung tanduk [08:29:07].
-
Fin: Sang penguasa rumput. Flanking akurat dari Fin di menit 27 adalah pemicu runtuhnya dominasi 18 menit awal EVOS, membuktikan kepiawaian macro play yang mutlak.
Dampak pada Klasemen Sementara MPL ID S17
Rangkaian pertandingan Week 5 Day 2 ini memberikan dampak signifikan terhadap papan klasemen:
-
DEWA United kokoh bersaing di puncak dengan agregat selisih Game Win yang positif berkat kemenangan sempurna atas RRQ Hoshi.
-
Bigetron (BTR) by Vitality mengamankan peringkat kedua secara mutlak setelah menyapu bersih EVOS 2-0 tanpa memberikan poin, unggul kuat pada head-to-head di leg pertama dan kedua.
-
Team Liquid ID (TLID) secara dramatis keluar dari tren negatif dan kembali menaikkan posisi mereka, berjuang untuk tetap berada di zona aman tiket Playoff.
-
RRQ Hoshi semakin terpuruk di dasar klasemen. Terkena blok ancaman, RRQ diwajibkan untuk memenangkan pertandingan tersisa dengan perhitungan bersih jika ingin mempertahankan secercah harapan menembus Playoff.
Persaingan MPL ID Season 17 terbukti belum usai dan tidak dapat diprediksi. Mulai dari inovasi itemisasi, penggunaan emblem Marksman pada jajaran Fighter Jungler seperti Leomord, hingga keberanian mempertahankan fokus saat tertinggal puluhan ribu poin membuktikan bahwa para talenta esports Indonesia terus meningkatkan level permainan mereka. Leg kedua telah resmi dibuka, dan para penggemar esports pasti menantikan kelanjutan pertempuran epik ini!

