Persaingan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 diprediksi berlangsung sengit. Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh akan bersaing untuk mendapatkan posisi terbaik sekaligus membuka peluang melangkah lebih jauh di turnamen.
Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, melihat Indonesia sebagai tim yang memiliki status unggulan di grup tersebut. Namun, penilaian itu tidak membuat Malaysia hanya memusatkan perhatian kepada Skuad Garuda. Menurut Tan Cheng Hoe, setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda yang harus dipersiapkan secara serius.
“Saya pikir semua orang tahu bahwa Indonesia akan menjadi tim yang diunggulkan di grup ini,” ujar Tan Cheng Hoe seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Indonesia memang menjadi salah satu tim yang mendapatkan perhatian lebih besar dari Malaysia. Pertandingan melawan Skuad Garuda akan menjadi salah satu ujian penting bagi Harimau Malaya dalam perjalanan mereka di fase grup.
Meski demikian, Tan Cheng Hoe mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengabaikan Singapura. Pertemuan kedua negara selalu memiliki atmosfer tersendiri karena rivalitas regional yang sudah berlangsung lama. Faktor tersebut membuat pertandingan kontra Singapura berpotensi menjadi duel yang sulit.
“Kemudian kami akan menghadapi laga derbi melawan Singapura yang selalu berlangsung ketat,” lanjutnya.
Bangladesh juga masuk dalam radar Malaysia. Tan Cheng Hoe menilai tim tersebut memiliki keuntungan dari sisi persiapan. Bangladesh disebut telah membangun tim dalam waktu cukup panjang dengan pelatih yang sama, sehingga para pemain memiliki kesempatan lebih banyak untuk membangun chemistry.
“Mereka telah melakukan persiapan dengan baik sejak tahun lalu, dengan pelatih yang sama dan bermain bersama dalam banyak pertandingan. Jadi, dalam hal itu, mereka juga memiliki keuntungan,” kata Tan Cheng Hoe.
Satu nama yang turut menjadi perhatian adalah Thomas Dooley. Pelatih Bangladesh tersebut memiliki pengalaman panjang di sepak bola Asia Tenggara dan dianggap bisa memberikan pendekatan berbeda kepada timnya.
“Tentu saja, kami juga tidak bisa mengesampingkan Bangladesh yang ditangani Thomas Dooley, salah satu pelatih paling berpengalaman di Asia Tenggara,” imbuh Tan Cheng Hoe.
Selain kualitas lawan, Malaysia juga harus menghadapi tantangan dari jadwal pertandingan. Tiga laga dalam kurun waktu sekitar satu pekan membuat rotasi pemain dan pengelolaan kondisi fisik menjadi faktor penting.
Dengan demikian, Tan Cheng Hoe tidak ingin status Indonesia sebagai unggulan membuat Malaysia mengabaikan dua pertandingan lainnya. Singapura memiliki rivalitas tersendiri, sedangkan Bangladesh datang dengan keuntungan dari persiapan yang lebih panjang.
Grup A pun berpotensi menjadi persaingan yang tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga konsistensi, kesiapan fisik, serta kemampuan setiap tim mengatasi tekanan sepanjang fase grup.
