Seoul, 24 November 2025 – Jagat League of Legends internasional kembali diguncang oleh pergerakan transfer yang monumental. Lee “Gumayusi” Min-hyung, AD Carry legendaris yang telah menjadi wajah T1 selama tujuh tahun terakhir, resmi menanggalkan seragam merah-hitam kebanggaannya. Sang juara dunia tiga kali ini telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Hanwha Life Esports (HLE), melengkapi kepingan terakhir dari apa yang digadang-gadang sebagai “Superteam LCK 2026”.

Kepindahan ini bukan sekadar transfer pemain biasa; ini adalah akhir dari sebuah dinasti dan awal dari ambisi raksasa baru di Korea Selatan.
Detil Kontrak dan Pengumuman Resmi
Hanwha Life Esports secara resmi menyambut kedatangan Gumayusi pada 23 November 2025 melalui kanal media sosial mereka. Dalam pengumuman tersebut, Gumayusi diperkenalkan sebagai ujung tombak baru di jalur bawah (bot lane), menggantikan Park “Viper” Do-hyeon yang kontraknya telah berakhir.

“Arah yang ingin dituju HLE sangat selaras dengan tujuan pribadi saya. Saya sadar akan tekanan besar untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Viper, namun saya akan melakukan yang terbaik untuk memimpin tim ini menuju kemenangan,” ujar Gumayusi dalam sesi perkenalannya di HLE Camp One.
Pemain berusia 23 tahun ini datang dengan resume yang mentereng: tiga gelar juara World Championship berturut-turut (2023, 2024, 2025) dan gelar Finals MVP pada Worlds 2025 yang baru saja usai.
HLE 2026: Definisi “Superteam” Sesungguhnya
Kedatangan Gumayusi menyempurnakan roster Hanwha Life Esports yang kini terlihat sangat menakutkan di atas kertas. Manajemen HLE tidak main-main dalam membangun tim untuk mendominasi musim 2026. Berikut adalah formasi lengkap “The Avengers” versi LCK ini:
-
Top Laner: Choi “Zeus” Woo-je
-
Jungler: Seo “Kanavi” Jin-hyeok
-
Mid Laner: Kim “Zeka” Geon-woo
-
AD Carry: Lee “Gumayusi” Min-hyung
-
Support: Yoo “Delight” Hwan-joong
Salah satu narasi paling menarik dari formasi ini adalah reuni antara Gumayusi dan Zeus. Seperti diketahui, Zeus telah lebih dulu meninggalkan T1 pada akhir 2024. Kini, dua pilar utama yang pernah membangun masa keemasan T1 kembali bersatu di bawah bendera oranye HLE. Ditambah dengan kembalinya jungler agresif Kanavi dari LPL (Liga China), serta mid laner juara dunia 2022, Zeka, HLE kini memiliki talenta kelas dunia di setiap lini.
Mengapa Meninggalkan T1?
Keputusan Gumayusi untuk meninggalkan T1—tim yang telah ia bela sejak masa trainee tahun 2018—tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Dalam video perpisahannya yang emosional, Gumayusi menegaskan bahwa keputusan ini didasari oleh keinginan untuk membuktikan diri di lingkungan baru.
Selama di T1, Gumayusi sering kali berada di bawah bayang-bayang nama besar Faker atau rekan setimnya yang lain, meskipun performanya selalu krusial. Dengan pindah ke HLE, ia memiliki kesempatan untuk membangun legasinya sendiri, terlepas dari “sistem T1” yang selama ini membesarkannya.
“Saya meninggalkan T1 untuk memulai perjalanan baru demi membuktikan diri saya sendiri. Selama masih ada penggemar yang percaya pada saya, saya tidak akan berhenti,” tegasnya.
Perpisahan ini juga menandai berakhirnya duet legendaris bot lane Gumayusi-Keria yang telah menjadi ikon chemistry sempurna selama beberapa tahun terakhir.
Efek Domino di LCK
Transfer ini memicu efek domino besar di bursa transfer LCK:
-
T1 Merekrut Peyz: Untuk mengisi kekosongan posisi ADC, T1 bergerak cepat dengan mengamankan tanda tangan Kim “Peyz” Su-hwan, mantan prodigy Gen.G yang dikenal dengan mekanik permainannya yang luar biasa.
-
Viper Hengkang: Kepergian Viper dari HLE membuka spekulasi liar, dengan rumor kuat yang menyebutkan ia akan kembali ke LPL (China) atau bergabung dengan tim papan atas LCK lainnya.
Analisis: Tantangan dan Harapan
Di atas kertas, HLE adalah kandidat terkuat untuk menjuarai LCK Spring 2026 dan bahkan MSI. Namun, sejarah mencatat bahwa “Superteam” tidak selalu menjamin kesuksesan instan. Tantangan terbesar bagi pelatih HLE adalah menyatukan ego dan gaya bermain dari lima pemain bintang ini.
Gaya bermain Gumayusi yang cenderung stabil dan kuat di weak side (bermain aman tanpa banyak bantuan) mungkin akan sangat cocok dengan agresivitas Kanavi dan Zeka yang membutuhkan banyak sumber daya. Jika chemistry antara Gumayusi dan support barunya, Delight, dapat terbentuk dengan cepat, HLE akan menjadi tim yang hampir mustahil untuk ditaklukkan dalam teamfight.
Bagi para penggemar (HLE Life), kedatangan Gumayusi adalah hadiah terbesar tahun ini. Bagi Gumayusi sendiri, ini adalah pertaruhan karir terbesarnya. Apakah ia mampu membawa tim selain T1 menuju Summoner’s Cup? Musim 2026 akan menjadi saksi sejarah baru.
