Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso menjadi salah satu sosok yang disorot usai pertandingan final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa menghadapi Bosnia & Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica pada Rabu, 1 April 2026 dini hari WIB.
Betapa tidak, sosok yang diharapkan bisa menjadi penyelamat Gli Azzurri ternyata bernasib sama seperti para pendahulunya. Italia kalah sehingga untuk ketiga kalinya harus absen dari Piala Dunia.
Usai pertandingan mantan gelandang AC Milan itu angkat bicara. Ia tidak mau mencari kambing hitam termasuk menyoroti kinerja wasit.
“Saya tidak ingin berbicara tentang wasit atau apa pun, tetapi ini adil untuk hari ini, inilah sepak bola,” tandas Gennaro Gattuso.
Ia mengakui dirinya sudah berjuang maksimal untuk timnas. Meski kecewa, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan timnya.
“Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis,” tegasnya.
Ia menyebut para pemain sudah berjuang habis-habisan. Dalam situasi tertekan setelah harus melewati babak play-off, ia melihat para pemain tetap menjaga semangat, fokus, dan komitmen.
“Pemain-pemain ini tidak pantas menerima hasil ini setelah semua upaya, cinta, dan tekad yang mereka berikan.”
Ia pun dengan lapang dada meminta maaf kepada semua pihak karena belum berhasil memutus trend buruk dua edisi sebelumnya.
“Saya pribadi meminta maaf karena tidak berhasil melakukannya, tetapi para pemain ini sudah memberikan segalanya,” ungkapnya.
Italia gagal lagi ke Piala Dunia seperti empat tahun lalu di Qatar dan sebelumnya lagi di Rusia. Masa depan sang pelatih pun dalam tanda tanya. Namun, Presiden FIGC, Gabriele Gravina memberikan sinyal masih mempertahankan tim pelatih saat ini.
“Anda melewatkan momen persatuan yang luar biasa di ruang ganti. Anda semua melihat pertandingan, para pemain heroik dalam keadaan tersebut. Setelah itu, saya mengerti ada evaluasi yang harus dilakukan,” beber Gravina.
Di pertandingan kontra Bosnia & Herzegovina, Italia sesungguhnya bisa mengawali pertandingan dengan baik yang ditunjukkan dengan gol pembuka melalui Moise Kean di menit ke-15.
Kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni di menit ke-40 menjadi titik balik bagi Bosnia. Tim ini berhasil mencetak gol balasan di menit ke-79 melalui Haris Tabakovic. Pertandingan berlanjut ke babak adu penalti setelah hingga babak tambahan tidak ada tambahan gol.
Dalam adu penalti, keberuntungan lebih berpihak pada Bosnia yang mencatatkan kemenangan 4-1.
