Konflik yang tengah meletus di Timur Tengah yang melibatkan Iran di satu pihak dan Amerika Serikat dan Israel di sisi berbeda memberikan dampak luas. Tidak terkecuali ke dunia olahraga.
Terbaru, tim nasional Iran yang sejatinya menjadi salah satu kontestan, memutuskan mundur dari keikutsertaan di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung dalam waktu dekat di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali dalam sebuah wawancara televisi belum lama ini.
“Sejak pemerintah yang korup ini membunuh pemimpin kami, kami tidak memiliki kondisi apa pun untuk bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” tandas Ahmad Donyamali.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa langkah yang diambil AS terhadap Iran sudah mengakibatkan dampak serius. Hal ini mendorong mereka untuk menarik diri dari pesta olahraga empat tahunan itu.
“Mengingat langkah langkah jahat yang diambil terhadap Iran, dua perang dipaksakan kepada kami dalam delapan atau sembilan bulan, dan beberapa ribu rakyat kami terbunuh. Karena itu kami sama sekali tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi dengan cara seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan bahwa Iran tetap dipersilahkant ampil di Piala Dunia 2026. Hal ini disampaikan usai berdiskusi dengan Presiden AS, Donald Trump.
“Kami juga membahas situasi saat ini di Iran dan fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026,” ungkap Infantino.
Ia mengatakan tidak ada keberatan sama sekali dari tuan rumah Amerika Serikat untuk kehadiran timnas Iran yang notabene sedang berseteru saat ini.
“Dalam diskusi tersebut, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen yang digelar di Amerika Serikat,” ungkapnya lagi.
Iran sejatinya tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Seluruh pertandingan Iran rencananya akan digelar di Amerika Serikat. Rupanya situasi geopolitiki yang sedang memanas membuat perhelatan kali ini memiliki cerita tersendiri.
Iran menjadi negara pertama setelah Piala Dunia 1950 yang mundur dari Piala Dunia.
Apakah akan muncul negara-negara lain yang mengikuti langkah serupa?
