Jakarta, 19 Desember 2025 – Setelah enam tahun absen dari kompetisi Apex Legends, organisasi esports raksasa asal Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ), akhirnya membuat gebrakan besar di penghujung tahun 2025. Melalui pengumuman resmi yang dirilis pada pertengahan Desember ini, RRQ mengonfirmasi kembalinya mereka ke Apex Legends Global Series (ALGS) dengan mengakuisisi roster penuh dari tim Las Vegas Inferno. Langkah strategis ini memastikan RRQ langsung mengamankan tiket menuju panggung dunia di ALGS Year 5 Championship yang akan digelar di Sapporo, Jepang, pada Januari 2026 mendatang.

Keputusan ini bukan sekadar upaya “coba-coba”, melainkan sebuah pernyataan serius dari manajemen RRQ—yang akrab disapa “Sang Raja”—bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi battle royale global tanpa harus membangun tim dari nol.
Roster “Siap Tempur” Asal Thailand
Alih-alih melakukan seleksi pemain satu per satu, RRQ mengambil langkah taktis dengan mengakuisisi sebuah unit yang sudah terbukti solid. Roster baru RRQ ini sepenuhnya terdiri dari talenta berbakat asal Thailand yang sebelumnya bertanding di bawah bendera organisasi Amerika Utara, Las Vegas Inferno.
Berikut adalah profil lengkap roster RRQ Apex Legends untuk musim 2026:
-
Panupong “sato_kohai” Prasertphongkun (Captain / IGL): Sebagai In-Game Leader (IGL), sato_kohai adalah otak di balik setiap rotasi dan pengambilan keputusan tim. Pemain berusia 21 tahun ini dikenal memiliki kemampuan micro-management yang tenang namun tegas, sebuah kualitas krusial di tengah kekacauan zona akhir Apex Legends.
-
Komkrit “Noelsang” Malaihom (Fragger): Bertugas sebagai ujung tombak serangan, Noelsang adalah eksekutor utama tim. Statistiknya sepanjang tahun 2025 menunjukkan tingkat damage output yang konsisten, menjadikannya ancaman nyata dalam pertempuran jarak dekat maupun menengah.
-
Supakorn “mosu” Kaewpang (Support/Anchor): Penyeimbang tim yang bertugas menjaga posisi dan memastikan survival rekan-rekannya. Mosu dikenal dengan penguasaan karakter defensif yang sangat baik, memberikan cover krusial saat tim perlu melakukan reset atau menahan posisi strategis.
Selain ketiga pemain inti, RRQ juga mendatangkan staf kepelatihan untuk memastikan performa maksimal:
-
Coach: Jasper “yanlys” Xiang
-
Analyst: Alexis “zona”
Analisis Performa: Mengapa Roster Ini Layak?
Akuisisi ini didasarkan pada data performa yang valid dan aktual. Roster ini bukanlah tim sembarangan. Sebelum diakuisisi RRQ, mereka menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa pada ajang ALGS: 2025 Last Chance Qualifier (LCQ) APAC South yang berakhir pada Oktober lalu.
Dalam turnamen tersebut, sato_kohai dan kawan-kawan berhasil finis di posisi Runner-up (Peringkat 2), sebuah pencapaian yang memastikan slot mereka ke ALGS Year 5 Championship. Data turnamen mencatat konsistensi mereka dalam mengumpulkan poin penempatan (placement points) dan eliminasi, yang menjadi kunci lolosnya mereka di antara puluhan tim kompetitif lainnya di wilayah APAC South.
Sebelum LCQ, mereka juga berkompetisi di ALGS: 2025 Split 2 Pro League – APAC South dan finis di peringkat ke-10. Meskipun bukan hasil puncak, grafik performa mereka menunjukkan tren menanjak yang signifikan menuju akhir tahun, memuncak pada keberhasilan mereka di kualifikasi terakhir (LCQ).
Strategi Bisnis: Membeli Tiket Ekspres ke Sapporo
Langkah RRQ ini bisa dibilang jenius dari sisi bisnis dan branding. Dengan mengakuisisi roster yang sudah memegang tiket ke kejuaraan dunia, RRQ memangkas proses kualifikasi yang panjang dan berisiko.
-
Eksposur Instan: RRQ akan langsung tampil di Daiwa House PREMIST DOME, Sapporo, pada 15-18 Januari 2026. Ini adalah panggung terbesar Apex Legends dengan total hadiah (prize pool) mencapai USD 2.000.000 (sekitar Rp31 Miliar).
-
Efisiensi Waktu: Membangun chemistry tim baru membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dengan mengambil satu paket tim yang sudah solid (eks-Las Vegas Inferno), RRQ menghilangkan risiko ketidakharmonisan antar pemain. Roster ini sudah memiliki sinergi yang matang (“ready-made combat vehicle”).
Manajemen RRQ tampaknya belajar dari pengalaman masa lalu. Divisi Apex Legends pertama mereka pada tahun 2019 hanya bertahan selama enam bulan karena ekosistem yang saat itu belum stabil. Kini, dengan ekosistem ALGS yang jauh lebih matang dan terstruktur, investasi ini dinilai jauh lebih aman dan menjanjikan.
Tantangan di Grup Neraka
Meskipun optimisme sedang tinggi, ujian sesungguhnya baru akan dimulai di Sapporo. Berdasarkan hasil pengundian (drawing), RRQ (sebagai tim kualifikasi APAC South) akan menghadapi persaingan super ketat.
Di babak grup ALGS Year 5 Championship, mereka dijadwalkan bertemu dengan raksasa global seperti:
-
Gen.G Esports: Rival sesama wilayah APAC yang selalu menjadi momok menakutkan.
-
Fnatic: Tim kuat yang berbasis di Jepang dan akan bermain di hadapan pendukung tuan rumah.
-
Shopify Rebellion: Perwakilan Amerika Utara yang dikenal dengan gaya main agresif.
-
S8UL Esports: Tim asal Australia yang kerap memberikan kejutan.
Melihat peta kekuatan ini, peran Coach yanlys dan Analyst zona akan sangat vital. Mereka harus membedah gaya main lawan-lawan lintas region ini, mengingat sato_kohai dkk. lebih terbiasa dengan meta APAC South yang mungkin berbeda ritmenya dengan meta NA atau EMEA.
Reaksi Komunitas dan Harapan
Pengumuman ini disambut antusias oleh “RRQ Kingdom” (sebutan fans RRQ). Banyak yang terkejut namun bangga melihat logo RRQ kembali terpampang di liquipedia turnamen tier-S global. Komentar di media sosial menyoroti keberanian RRQ mengambil talenta Thailand, strategi yang mirip dengan beberapa tim sukses lainnya di Asia Tenggara yang tidak membatasi diri pada pemain nasional demi prestasi internasional.
Kesimpulan: Kembalinya RRQ ke Apex Legends adalah salah satu berita transfer terbesar di Q4 2025. Dengan mengakuisisi roster Las Vegas Inferno, RRQ tidak hanya sekadar “kembali”, tetapi langsung menempatkan diri sebagai kontender serius. Apakah sato_kohai, Noelsang, dan mosu mampu membawa bendera RRQ berkibar tinggi di Sapporo? Jawabannya akan tersaji di medan tempur pada Januari 2026 nanti. Satu hal yang pasti: Sang Raja telah bangun dari tidur panjangnya di arena Apex Legends.
