MANILA, 22 November 2025 – Atmosfer kompetisi Honor of Kings International Championship (KIC) 2025 mencapai titik didihnya pada hari ketiga babak Knockout Stage. Setelah dua hari pertama yang didominasi oleh pertunjukan kekuatan dari tim-tim Upper Bracket, hari ketiga ini, Sabtu (22/11/2025), menjadi panggung penghakiman bagi tim-tim yang tersudut di Lower Bracket.

Bertempat di Shooting Gallery Studios, Filipina, hari ketiga menyajikan laga-laga “hidup atau mati” (do-or-die) yang sangat krusial. Tidak ada lagi kesempatan kedua; kekalahan di hari ini berarti angkat koper dan mengubur mimpi mengangkat trofi juara dunia tahun ini. Sorotan utama tertuju pada perjuangan wakil Indonesia, Bigetron by Vitality dan Vesakha Esports, yang harus bertarung habis-habisan demi menjaga asa Merah Putih tetap menyala di panggung internasional.
Drama Lower Bracket: Ujian Mentalitas Juara
Hari ketiga babak Knockout difokuskan pada putaran pertama Lower Bracket (Lower Bracket Round 1). Format pertandingan menggunakan sistem Best of 7 (BO7) dengan aturan Global Ban-Pick, menuntut kedalaman hero pool dan ketahanan mental yang luar biasa dari setiap pemain.
Dua pertandingan utama yang menjadi headline hari ini adalah:
-
Bigetron by Vitality (Indonesia) vs. Twisted Minds (Italia/Eropa)
-
Vesakha Esports (Indonesia) vs. BOOM Esports (Filipina)
Bagi para penggemar esports tanah air, hari ini adalah hari yang paling mendebarkan. Kedua wakil Indonesia berada di ujung tanduk setelah hasil yang kurang memuaskan di hari-hari pembuka Knockout Stage.
Bigetron by Vitality: Misi Kebangkitan Sang Robot
Pertandingan pembuka hari ketiga mempertemukan Bigetron by Vitality melawan wakil Eropa, Twisted Minds. Bigetron, yang sebelumnya harus mengakui keunggulan telak Nova Esports (0-4) di Upper Bracket, datang ke pertandingan ini dengan beban berat. Kekalahan telak di hari pertama menjadi tamparan keras yang memaksa mereka mengevaluasi strategi secara menyeluruh.
Di sisi lain, Twisted Minds bukanlah lawan sembarangan. Meski turun ke Lower Bracket setelah kalah dari Alpha Gaming (1-4), tim asal Italia ini menunjukkan permainan agresif yang merepotkan.
Dalam laga penentuan ini, sorotan tertuju pada ZhanQ, jungler andalan Bigetron. Konsistensinya dalam mengamankan objektif seperti Tyrant dan Overlord menjadi kunci vital. Bigetron perlu kembali ke performa terbaik mereka—disiplin dalam rotasi dan tajam dalam teamfight—seperti yang mereka tunjukkan saat fase grup. Pertarungan ini bukan sekadar soal mekanik, melainkan pembuktian mentalitas juara Bigetron untuk bangkit dari keterpurukan.
Vesakha Esports vs BOOM Esports: Rivalitas Klasik SEA
Laga kedua hari ini menyajikan “Derbi Asia Tenggara” yang panas antara Vesakha Esports (Indonesia) melawan BOOM Esports (Filipina). Vesakha, tim komunitas yang secara mengejutkan tampil gemilang menembus Knockout Stage, harus menghadapi realitas keras Lower Bracket setelah ditundukkan oleh HomeBois BSE di Upper Bracket.
Lawan mereka, BOOM Esports, adalah salah satu kekuatan besar Filipina yang memiliki pengalaman internasional segudang. BOOM turun ke Lower Bracket setelah kalah dari raksasa Filipina lainnya, Blacklist International.
Pertemuan ini diprediksi menjadi laga yang paling sengit di hari ketiga. Vesakha mengandalkan kejutan strategi dan permainan kolektif yang solid, sementara BOOM dikenal dengan agresi early game yang mematikan. Kunci pertandingan ini terletak pada Gold Lane, di mana duel antara Marksman kedua tim berpotensi menentukan arah permainan hingga late game. Bagi Vesakha, kemenangan melawan tim sekelas BOOM akan menjadi pernyataan tegas bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di turnamen ini.
Rekap Perjalanan Menuju Hari Ketiga
Untuk memahami besarnya tekanan di hari ketiga, kita perlu melihat kembali hasil dari dua hari pertama Knockout Stage yang membentuk bagan saat ini:
-
Dominasi Nova Esports: Di hari pertama, Nova Esports (Malaysia/CN) tampil superior dengan melibas Bigetron by Vitality 4-0 tanpa balas. Permainan makro mereka yang nyaris tanpa celah membuat Bigetron kesulitan mengembangkan permainan.
-
Kejutan Alpha Gaming: Alpha Gaming berhasil mengamankan tempat di semifinal Upper Bracket setelah menundukkan Twisted Minds 4-1.
-
Kekuatan Tuan Rumah: Di hari kedua, tim-tim Filipina dan Malaysia menunjukkan taringnya. HomeBois BSE mengirim Vesakha ke Lower Bracket, sementara Blacklist International memenangkan duel saudara melawan BOOM Esports.
Hasil-hasil tersebut mengkristalkan bagan turnamen menjadi dua dunia berbeda: Upper Bracket yang dihuni oleh para raksasa (Nova, Alpha, HomeBois, Blacklist) yang berebut tiket final lebih cepat, dan Lower Bracket yang menjadi arena “gladiator” bagi tim-tim yang terluka (Bigetron, Twisted Minds, Vesakha, BOOM).
Analisis & Prediksi: Jalan Terjal Menuju Puncak
Melihat peta kekuatan di hari ketiga, tim-tim Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah. Format BO7 di Lower Bracket adalah ujian stamina yang sesungguhnya. Tim yang mampu beradaptasi cepat dalam drafting setelah kekalahan di game sebelumnya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.
Jika Bigetron dan Vesakha mampu melewati hadangan hari ini, mereka tidak bisa bernapas lega. Di babak selanjutnya, mereka akan menantang tim yang kalah dari semifinal Upper Bracket, yang secara teoritis memiliki kekuatan yang lebih besar lagi.
Namun, sejarah esports mencatat banyak kisah Cinderella Story yang bermula dari Lower Bracket. Momentum kemenangan di hari ketiga ini bisa menjadi bahan bakar yang sangat kuat untuk melaju jauh. Kemenangan hari ini bukan hanya soal lolos ke babak berikutnya, tetapi soal membangun kembali kepercayaan diri yang sempat runtuh.
Judgement Day
Hari ketiga Knockout Stage KIC 2025 adalah hari penghakiman. Bagi Bigetron by Vitality dan Vesakha Esports, tidak ada kata mundur. Dukungan penuh dari komunitas Honor of Kings Indonesia sangat diharapkan untuk menyuntikkan semangat tambahan bagi para punggawa bangsa yang sedang berjuang di Manila.
Siapakah yang akan bertahan dan siapa yang harus pulang lebih awal? Jawabannya tersaji di “Land of Kings” hari ini. Apapun hasilnya, perjuangan mereka di hari ketiga ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah esports Honor of Kings Indonesia.
