Oleh: Tim Redaksi Esports ID Jakarta, 14 Desember 2025
Suasana di Topgolf Cilandak, Jakarta Selatan, mendadak riuh pada Jumat malam (12/12/2025). Apa yang seharusnya menjadi seremoni pengundian (drawing) rutin untuk babak Swiss Stage kejuaraan dunia Mobile Legends: Bang Bang, M7 World Championship, berubah menjadi drama yang mengguncang komunitas esports Asia Tenggara.

Hasil undian yang dilakukan oleh legenda MLBB Indonesia, Ihsan “Luminaire” Besari, dan Muhammad “Wann” Ridwan, menghasilkan skenario yang paling ditakuti oleh fans dari Malaysia dan Filipina: Perang Saudara (Civil War) di laga pembuka.
Artikel ini akan mengulas lengkap peristiwa tersebut, membedah hasil jajak pendapat (polling) fans di media sosial, serta menganalisis dampak dari skema “bunuh-membunuh” sesama wakil negara ini di babak awal M7.
Hasil Draw M7 Swiss Stage: Mimpi Buruk Fans Regional
Sistem Swiss Stage yang kembali diterapkan di M7 menuntut 16 tim untuk bertarung dalam format yang dinamis. Namun, ronde pertama (Round 1) adalah yang paling krusial karena menggunakan format Best of 1 (BO1). Di sinilah letak kontroversinya.
Berdasarkan hasil undian resmi, dua matchup “Big Match” langsung tercipta:
-
Derbi Malaysia: Selangor Red Giants (SRG.OG) vs CG Esports.
-
Status: Juara MPL MY S16 melawan Runner-up MPL MY S16.
-
-
Derbi Filipina: Team Liquid PH vs Aurora Gaming PH.
-
Status: Juara MPL PH S16 melawan Runner-up MPL PH S16.
-
Skenario ini memaksa satu perwakilan dari masing-masing negara untuk memulai turnamen dengan rekor “0-1” di klasemen Swiss, memberikan tekanan mental yang sangat besar di awal kompetisi.
Jajak Pendapat Fans: Antara “Rigged” dan “Hype”
Segera setelah hasil undian keluar, berbagai platform media sosial dan kanal komunitas esports di Malaysia dan Filipina meledak. Kami merangkum sentimen fans berdasarkan jajak pendapat informal yang dilakukan di platform X (Twitter), Facebook Groups komunitas MLBB, dan live chat saat streaming pengundian berlangsung.
1. Fans Filipina: Kekecewaan Mendalam
Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh salah satu laman komunitas MLBB terbesar di Filipina tak lama setelah undian:
-
62% Responden memilih opsi “Disappointed / Rigged” (Kecewa/Diatur).
-
28% Responden memilih “Excited for High Level Match” (Antusias).
-
10% Responden bersikap netral.
Suara Fans: Banyak fans Filipina merasa dirugikan karena dua tim terkuat mereka harus saling jegal di awal. “Kenapa kita harus melihat Grand Final MPL PH ulangan di hari pertama Swiss Stage? Ini membuang potensi poin maksimal untuk region PH,” tulis salah satu netizen populer di X. Narasi “Rigged” (diatur) sempat menjadi trending topic lokal, meskipun hal ini lebih banyak disuarakan sebagai bentuk frustrasi daripada tuduhan serius.
2. Fans Malaysia: Optimisme di Tengah Ketegangan
Berbeda dengan Filipina, fans Malaysia menunjukkan reaksi yang lebih terbelah. Dalam survei cepat di grup komunitas “MLBB Malaysia Official”:
-
45% Fans merasa cemas (Anxious) karena takut salah satu wakil mentalnya jatuh.
-
55% Fans justru melihat sisi positif (Positive).
Analisis Fans: Mayoritas fans Malaysia menyadari bahwa SRG.OG sedang dalam performa puncak (peak performance). “Jika SRG menang lawan CG, mental mereka akan semakin baja. Jika CG menang, itu bukti bahwa Malaysia punya dua raksasa,” komentar seorang fans. Namun, ketakutan tetap ada mengingat format BO1 sangat unforgiving (tidak memberi ampun); kesalahan kecil (blunder) di menit akhir bisa membuat sang juara bertahan MSC (SRG) tergelincir ke braket 0-1.
3. Reaksi Netizen Indonesia: “Tangan Wangi” Luminaire
Sementara itu, jajak pendapat di kalangan fans tuan rumah (Indonesia) menunjukkan 85% responden merasa diuntungkan. Hasil undian ini dianggap “Wangi” (beruntung) bagi tim Indonesia karena:
-
Alter Ego “hanya” bertemu Aurora (Turki), bukan Aurora PH.
-
ONIC akan menunggu lawan dari Wild Card, menghindari tim-tim raksasa di ronde pertama.
-
Rival terberat mereka (PH dan MY) akan saling menghabisi dan membocorkan strategi satu sama lain sejak dini.
Ulasan Lengkap: Mengapa “Perang Saudara” Ini Berbahaya?
Mengapa fans begitu reaktif? Bukankah Swiss Stage memberikan 3 kali kesempatan nyawa? Jawabannya terletak pada Format Best of 1 (BO1) dan Psikologis.
1. Faktor Volatilitas BO1
Di ronde pertama Swiss Stage, pertandingan hanya berlangsung satu game. Dalam level kompetisi setinggi M7, tim underdog seperti CG Esports atau Aurora PH bisa saja menyiapkan cheese pick (strategi kejutan) yang belum pernah dilihat sebelumnya.
-
Jika Team Liquid PH (favorit juara) kalah dari Aurora PH karena strategi kejutan di BO1, mereka akan masuk ke kumpulan tim “0-1”. Di sana, mereka berisiko bertemu tim kuat lain yang juga terpeleset, menciptakan “Neraka” di braket bawah lebih cepat dari prediksi.
2. Eksposur Strategi
Pertandingan sesama negara biasanya berlangsung sangat ketat karena kedua tim sudah saling mengenal gaya bermain (scrim partner).
-
SRG vs CG Esports: SRG dikenal dengan gameplay agresif yang dipimpin oleh Jungler mereka. CG Esports, yang kalah di final MPL MY, pasti sudah menyiapkan counter-strategy spesifik untuk SRG. Memaksa mereka bertarung di awal berarti strategi rahasia yang seharusnya disimpan untuk babak Knockout mungkin terpaksa dikeluarkan lebih dini.
3. Beban Emosional Luminaire
Menariknya, Luminaire sendiri tampak terkejut saat mengambil undian tersebut. Dalam siaran langsung, ia sempat bercanda meminta maaf kepada fans Malaysia dan Filipina. “I’m sorry guys, it’s random, I swear!” ucapnya, yang kemudian menjadi klip viral di TikTok. Momen ini menegaskan bahwa tidak ada rekayasa, murni probabilitas statistik yang kejam.

Komentar Pakar dan Analis
Para caster dan analis internasional turut memberikan pandangan mereka terkait hasil drawing ini:
-
Mirko (Caster Global): Dalam livestream reaksinya, Mirko menyebut hasil ini sebagai “Cinema Absolute”. Ia berpendapat bahwa meskipun fans marah, ini adalah skenario terbaik untuk penonton netral. “Kalian akan melihat tensi Grand Final di hari pembukaan. Tidak ada pemanasan, langsung gas pol,” ujarnya.
-
Analisis Taktikal: Para pelatih memprediksi bahwa tim yang kalah di “Perang Saudara” ini justru bisa menjadi lebih berbahaya. Kekalahan di hari pertama akan menjadi “tamparan realita” yang membangunkan mereka, sementara tim yang menang mungkin akan merasa terlalu nyaman (overconfident).
Jadwal dan Harapan
Pertandingan panas ini dijadwalkan akan membuka M7 Swiss Stage pada 10 Januari 2026 di MPL Arena, Jakarta.
Bagi fans Malaysia dan Filipina, hasil jajak pendapat dan keributan di media sosial adalah bukti betapa besarnya gairah (passion) mereka terhadap tim nasional. Meskipun skema “Perang Saudara” ini pahit, ia menjanjikan satu hal yang pasti: M7 World Championship akan dimulai dengan ledakan kembang api, bukan pemanasan yang membosankan.
Jadwal Match Day 1 (10 Januari 2026):
-
Match 1: Alter Ego (ID) vs Aurora (Turki)
-
Match 2: Aurora Gaming PH (PH) vs Team Liquid PH (PH) – Match of the Day
-
Match 4: SRG.OG (MY) vs CG Esports (MY) – Match of the Day
Siapkan jantung Anda, karena “Saudara” di luar arena adalah “Musuh” di dalam Land of Dawn.
