header-int

Presiden Setujui Usulan RPerpres UIN Jember

Sabtu, 14 Nov 2020, 06:16:18 WIB - 497 View
Share
Presiden Setujui Usulan RPerpres UIN Jember

HUMAS  – Alih status IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri KH Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember memasuki babak baru. Setelah melewati berbagai proses dan tahapan yang cukup panjang, akhirnya Presiden RI Joko Widodo memberikan persetujuanya. Persetujuan itu tertuang dari surat yang dikeluarkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tertanggal 12 November 2020.

Dalam surat bernomor B-852/M.Sesneg/D.1/HK.03.01/11/2020 disebutkan, bahwa Presiden RI telah menyetujui permohonan izin prakarsa penyusunan atas 6 (enam) Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang UIN. Keenam RPerpres itu masing-masing untuk UIN Jember, UIN Purwokerto, UIN Tulungangung, UIN Surakarta, UIN Samarinda dan UIN Bengkulu.

Surat persetujuan RPerpres yang ditandatangani Mensesneg Pratikno diberikan hari itu juga kepada ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, Prof Babun Suharto di hotel Lumurè Jakarta, Kamis (12/11) malam. Yang menyerahkan perwakilan dari Asisten Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Hanung Cahyono dan Wakil Menteri Agama RI Zainud Tauhid Sa'adi.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto menyambut gembira terbitnya RPerpres tersebut. “Proses ini terbilang cepat. Biasanya RPerpres harus menunggu hingga setahun, tapi kita dipermudah dalam hitungan hari saja,” ungkapnya.

Selanjutnya Babun memaparkan isi surat dari Mensesneg yang meminta penyusunan RPerpres agar dilakukan pembahasan secara terkoordinasi dengan kementerian dan non kementerian. Terutama terkait dengan tugas dan subtansi yang akan diatur dalam Perpres. Waktu yang diberikan tidak lama, hanya empat belas hari ke depan atau sekitar akhir November nanti dari tanggal diterbitkannya surat.

“Jadi, kami diberi waktu paling lambat 14 hari kerja sejak persetujuan penyususnan RPerpres diterima untuk segera melakukan rapat kerja lintas kementerian. Tujuannya untuk membahas dan harmonisasi dengan Kemenkumham RI,” papar Babun.

Ditambahkan, alih status IAIN menjadi UIN ini sudah dilalui cukup panjang. Keenam IAIN yang bakal naik kelas, termasuk IAIN Jember itu, sudah diakuinya cukup layak dan pantas. “Proses ke depan masih berlangsung, kita mengharap restu dan dukungan masyarakat terus mengalir. Insya Allah Perpres perubahan status ke UIN akan keluar berbarengan dengan selesainya sayembara logo UIN Jember,” pungkasnya. (Humas/Choliq)

HUMAS  – Alih status IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri KH Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember memasuki babak baru. Setelah melewati berbagai proses dan tahapan yang cukup panjang, akhirnya Presiden RI Joko Widodo memberikan persetujuanya. Persetujuan itu tertuang dari surat yang dikeluarkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tertanggal 12 November 2020.

Dalam surat bernomor B-852/M.Sesneg/D.1/HK.03.01/11/2020 disebutkan, bahwa Presiden RI telah menyetujui permohonan izin prakarsa penyusunan atas 6 (enam) Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang UIN. Keenam RPerpres itu masing-masing untuk UIN Jember, UIN Purwokerto, UIN Tulungangung, UIN Surakarta, UIN Samarinda dan UIN Bengkulu.

Surat persetujuan RPerpres yang ditandatangani Mensesneg Pratikno diberikan hari itu juga kepada ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, Prof Babun Suharto di hotel Lumurè Jakarta, Kamis (12/11) malam. Yang menyerahkan perwakilan dari Asisten Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Hanung Cahyono dan Wakil Menteri Agama RI Zainud Tauhid Sa'adi.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto menyambut gembira terbitnya RPerpres tersebut. “Proses ini terbilang cepat. Biasanya RPerpres harus menunggu hingga setahun, tapi kita dipermudah dalam hitungan hari saja,” ungkapnya.

Selanjutnya Babun memaparkan isi surat dari Mensesneg yang meminta penyusunan RPerpres agar dilakukan pembahasan secara terkoordinasi dengan kementerian dan non kementerian. Terutama terkait dengan tugas dan subtansi yang akan diatur dalam Perpres. Waktu yang diberikan tidak lama, hanya empat belas hari ke depan atau sekitar akhir November nanti dari tanggal diterbitkannya surat.

“Jadi, kami diberi waktu paling lambat 14 hari kerja sejak persetujuan penyususnan RPerpres diterima untuk segera melakukan rapat kerja lintas kementerian. Tujuannya untuk membahas dan harmonisasi dengan Kemenkumham RI,” papar Babun.

Ditambahkan, alih status IAIN menjadi UIN ini sudah dilalui cukup panjang. Keenam IAIN yang bakal naik kelas, termasuk IAIN Jember itu, sudah diakuinya cukup layak dan pantas. “Proses ke depan masih berlangsung, kita mengharap restu dan dukungan masyarakat terus mengalir. Insya Allah Perpres perubahan status ke UIN akan keluar berbarengan dengan selesainya sayembara logo UIN Jember,” pungkasnya. (Humas/Choliq)

iain-jember Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah diresmikan oleh Menteri Agama RI pada awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2020 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube