header-int

Jurnalis MCFS IAIN Jember Kaji Media dan Pilkada

Sabtu, 21 Nov 2020, 10:59:16 WIB - 148 View
Share
Jurnalis MCFS IAIN Jember Kaji Media dan Pilkada

HUMAS – Media massa menjadi sarana sangat penting dalam menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Karena itu netralitas media dalam memberikan informasi kepada masyarakat harus tetap dikedepankan. Demikian pesan Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I., saat membuka diskusi bertopik Media, Pilkada dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia, Kamis (19/11) malam.

Dalam acara diskusi yang digelar Media Center Fakultas Syariah (MCFS) di Aula VIP Lantai II Fakultas Syariah IAIN Jember itu, hadir dua nara sumber yang cukup berkompeten. Masing-masing  Ahmad Hanafi, SE., M.M. (anggota KPU Jember) dan Drs. Abdul Choliq Baya, M.I.Kom (direktur Jawa Pos Radar Jember). Sedang tema yang diangkat “Media, Pilkada dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia”.

Harisudin menambahkan, berita yang ditayangkan di media mungkin benar, mungkin saja bohong (hoaks). Terutama berita yang muncul di media sosial. Kejadian semacam itu akan terus terjadi di tengah momentum Pilkada. Padahal, media sebagai Lembaga publik harus bisa menjaga netralitas dan independensinya sesuai dengan amanat UU Pers. “Oleh karena itu kaum milenial atau mahasiswa harus cerdas dalam menggunakan media,” tutur pendiri MCFS IAIN Jember.

Sementara itu, Ahmad Hanafi menyoroti kebijakan pers yang masih banyak ditunggangi kepentingan pemilik modal. Menjadi lebih runyam lagi jika pemilik media ini adalah perusahaan-perusahaan multinasional yang juga pemilik partai politik. Misalnya beberapa pemberitaan stasiun televisi lebih condong membawa kepentingan kelompok atau partai tertentu. “Ini sudah mencedarai demokrasi,” papr Hanafi.

Padahal, lanjut Hanafi, salah satu ciri dari demokrasi adalah adanya kebebasan pers. Namun saat ini demokrasi telah ditumpangi oleh kepentingan oligarki. Karenanya, ia mengajak para mahasiswa untuk ikut mengawal demokrasi di Indonesia.

“Mahasiswa jangan sampai apatis terhadap pemilu. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mendampingi masyarakat untuk mendapatkan hak-hak politiknya,” tandas Hanafi Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Jember.

Di sisi lain, Abdul Choliq Baya juga menyoroti beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh media mainstream saat ini. Diantaranya banyaknya informasi hoaks yang dipublish oleh media sosial dan media online tidak kredibel. Termasuk informasi black campaign, untuk menyudutkan salah satu pasangan calon yang sedang bertarung dalam pilkada 2020.

Pihak berwenang seperti dewan pers maupun organisasi profesi watawan cukup kesulitan mendeteksi media-media online yang tidak kredibel. Yaitu tidak jelas status hukum perusahaan medianya, sehingga tidak terdeteksi alamat kantor maupun pengelolanya. Selanjutnya, Choliq mengungkap data yang pernah dilansir Dewan Pers. Menurutnya, tahun 2017 ada sekitar 43 ribu media online di Indonesia dan tahun ini sudah berkembang menjadi sekitar 47 ribu. Namun, yang terverifikasi di Dewan Pers hanya sekitar 2.700 media.

Jadi, masih sangat banyak media online yang belum terverifikasi. Ada yang tercantum pengelolanya secara jelas tetapi belum terverifikasi oleh Dewan Pers. “Sehingga, produk jurnalistiknya juga dipertanyakan karena masih banyak yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik. Dengan kata lain masih banyak produk beritanya yang menabrak UU Pers maupun kode etik jurnalistik,” papar Choliq yang juga dosen Fakultas Dakwah IAIN Jember.

Selain itu, ia juga mengungkap bagaimana posisi media dan wartawan dalam fenomena Pilkada 2020. Menurutnya, menjadi wartawan bukan hanya bagus dalam membuat tulisan saja, tetapi juga harus taat terhadap peraturan. Yaitu UU Pers maupun kode etik jurnalistik. “Media boleh memihak, tapi berpihak pada kebenaran, bukan pada orang yang membayar,” tegas Choliq Baya.

Meski dilaksanakan di tengah pandemi dengan memperhatikan protokol kesehatan  seperti memakai masker dan menjaga jarak, suasana diskusi tetap hidup. Para peserta anggota MCFS yang didik menjadi jurnalis turut aktif dalam diskusi dengan melontarkan beberapa pertanyaan menarik kepada narasumber. (Arinal/Choliq/Humas)

iain-jember Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah diresmikan oleh Menteri Agama RI pada awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2020 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube