header-int

Bukan Sekedar Alih Status IAIN menjadi UIN

Jumat, 13 Nov 2020, 10:33:44 WIB - 426 View
Share
Bukan Sekedar Alih Status IAIN menjadi UIN

 

Perjalanan alih status kelembagaan dari IAIN Jember menuju Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) tinggal menghitung hari. Tekad optimisme civitas academica IAIN Jember menatap cerah arah perubahan itu. Semangat menyambut alih status itu, IAIN Jember menggelar sayembara logo UIN KHAS Jember yang ditujukan kepada khalayak luas dengan tema “Mata Air Keilmuan: Mewujudkan Kedalaman Ilmu berbasis Kearifan Lokal”.

Tujuan sayembara itu adalah memberikan makna simbolik UIN KHAS Jember agar mudah dikenal visi, misi, dan tujuannya besarnya dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD 1945 melalui kampus. Ini bukan sekadar alih status “ganti nama” IAIN Jember menjadi UIN KHAS Jember, tetapi kekuatan perubahan yang multidimensional akan terjadi melalui Kampus Mangli ini. Mengapa?

Perubahan besar itu dapat ditelisik dari tiga pilar dasar/tridarma yang dijalankan oleh perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) UIN KHAS Jember nantinya. Yakni menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, melaksanakan penelitian, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Tiga dimensi inilah yang selama ini dijalankan PTKIN dalam ikut serta berkontribusi membangun kemajuan peradaban bangsa. 

Pengetahuan untuk Perubahan

Pengetahuan yang digerakkan melalui pilar pendidikan dan pengajaran dalam tridarma itu memberikan kontribusi besar dalam perubahan cara pandang insan akademik ketika menyelesaikan berbagai problematika kehidupan bangsa. Sesuai dengan kekuatan intelektualnya, para warga kampus, baik dosen, mahasiswa, maupun karyawan memiliki tanggungjawab dalam melahirkan generasi yang cerdas, lulusan yang inovatif, dosen yang kreatif, dan karyawan yang kolaboratif. Suasana akademik kampus dengan segala dinamikanya adalah khazanah peradaban intelektual yang harus dijaga melalui wadah kampus.

Perubahan status UIN KHAS Jember tentu saja tidak dilepaskan dari upaya menyiapkan pengetahuan sumber daya akademik yang memadai. Sebelum alih status, berbagai perubahan sudah dilakukan, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa sebagai syarat alih status, rasio penambahan dosen yang memadai, karyawan yang mencukupi, dan tentu saja bidang keilmuan program studi dan fakultas yang harus dibuka.

Secara sederhana, dampak peningkatan jumlah dosen, mahasiswa, dan karyawan akan ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar kampus dengan tumbuhnya pusat perbelanjaan, kuliner, tempat kos, dan berbagai bisnis yang menyediakan kebutuhan kampus. Fenomena seperti ini akan memperkuat hubungan komunikasi warga kampus dengan masyarakat sekitar apabila dikelola dengan manajemen yang baik. Dari sisi kuantitas sudah pasti berubah yang tentu saja harus diikuti dengan kualitas sumber daya akademik melalui proses seleksi yang ketat, dan profesional.

Di tengah suasana pandemi Covid-19 ini, tantangan mewujudkan Kampus Merdeka harus bisa dijawab oleh UIN KHAS Jember dengan menyiapkan perangkat perkuliahan yang kolaboratif, baik dengan lintas program studi, maupun lintas kampus, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Upaya peningkatan kualitas sumber daya akademik didorong melalui pelatihan-pelatihan, workshop, seminar yang bertujuan mewujudkan profesionalitas dan tetap menyajikan nilai-nilai Keislaman 

Penelitian untuk Menyelesaikan

Berbagai penelitian yang dilakukan warga kampus terus ditantang untuk memberikan kontribusi yang besar dalam menghadapi problematika yang dihadapi masyarakat Indonesia. Masih adanya kemiskinan, angka pengangguran, menurunnya moralitas, kejahatan/kriminalitas, korupsi, narkoba, dan berbagai penyakit masyarakat adalah fenomena yang harus menjadi fokus perhatian masyarakat kampus untuk ikut menyelesaikan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

Perubahan UIN KHAS Jember akan berusaha menjawab tantangan itu seiring dengan kuantitas sumber daya kampus yang akan terus meningkat, baik jumlah dosen, jumlah mahasiswa, maupun jumlah karyawan. Maka penelitian yang dikembangkan sesuai dengan bidang keilmuannya itu harus bisa menjawab problematika sosial yang ada, tidak hanya di wilayah Jember dan sekitar, tetapi juga secara nasional. Maka, penelitian untuk menjawab permasalahan masyarakat pun memfokuskan pada bidang kajian masing-masing sehingga solusinya mendalam.

Misalnya, bagi mahasiswa maupun dosen yang berada di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan (FTIK) dapat melakukan riset tentang dampak pembelajaran daring kepada siswa di era pandemi Covid-19. Melalui riset ini, akan ditemukan berbagai solusi inovatif pembelajaran yang berkualitas meskipun pertemuan di kelas terbatas. Demikian juga, mereka yang berada di Fakultas Dakwah dapat melakukan riset tentang strategi komunikasi dakwah melawan radikalisme dengan menggunakan media online. Inovasi riset berbasis solusi bisa dikembangkan secara konstruktif di Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Usuhuluddin, Adab, dan Humaniora, serta Fakultas Umum yang disiapkan di UIN KHAS Jember.

Lebih dari itu, riset kompetitif dapat dilakukan dengan mengikuti kompetisi penelitian nasional maupun internasional yang dapat disinergikan dengan kampus di luar UIN KHAS Jember. Tentu saja, ketika berubah menjadi UIN KHAS Jember, maka program studi umum yang sudah dipersiapkan dapat menjalin kerja sama dengan program studi agama Islam untuk memperkuat integrasi keilmuan Islam dan keilmuan umum. Riset-riset tentang moderasi beragama, teknologi, perkebunan, dan sebagainya diorientasikan untuk ikut memberikan kontribusi besar kepada masyarakat, bangsa, dan negara. 

Pengabdian untuk Menggerakkan

Kontribusi kampus dalam menggerakkan bersama masyarakat dilakukan melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sumber daya dosen (344 dosen tetap dan 30 dosen tidak tetap) serta mahasiswa (18.185 mahasiswa) berkolaborasi bersama masyarakat melalui kuliah kerja nyata (KKN), misalnya bertujuan membangun hubungan yang baik untuk memecahkan persoalan secara bersama. Pengetahuan dan riset yang dimiliki oleh civitas academica menjadi modal yang kuat untuk mengabdi kepada masyarakat, yakni bersama, mendengar, dan ikut serta memberikan solusi yang dibutuhkan masyarakat.

Dengan berubahnya menjadi UIN KHAS Jember, maka tantangan dalam pengabdian akan bertambah, yakni meningkatkan kualitas program kegiatan yang selama ini dilakukan. Sinergi IAIN Jember dengan Baznas, misalnya dalam membantu warga kurang mampu harus ditingkatkan sebagai bentuk kepedulian warga kampus dengan masyarakat sekitar. Sebagaimana disebutkan dalam filosofi keilmuan UIN KHAS, yakni “Mata Air Ilmu”, maka pengabdian adalah implementasi keilmuan yang dapat mengairi masyarakat yang membutuhkan, mengisi ruang kosong, terus bergerak mencari solusi.

Upaya menggerakkan kampus bersama masyarakat ini akan semakin cepat seiring dengan target perubahan di masa mendatang. Jika tahun 2019 masih ada 29 program studi agama dan 6 program studi umum, maka diproyeksikan pada tahun 2024 akan ada 42 program studi agama dan 16 program studi umum yang ditetapkan jenjangnya baik S-1, S-2, dan S-3. Pengabdian kepada masyarakat akan semakin kuat dengan didukung komposisi jabatan dosen saat ini (10 guru besar, 46 lektor kepala, 99 lektor, 66 asisten ahli, dan 123 calon dosen) yang akan terus ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Memperkuat Visi, Misi, dan Tujuan

Dalam konteks perubahan ini, yang tidak kalah penting adalah, pelaksanaan tridarma itu dalam rangka memperkuat visi, misi, dan tujuan UIN KHAS Jember. Adapun visinya adalah, “Menjadi Universitas Islam terkemuka di Asia Tenggara tahun 2030 dengan kedalaman Ilmu berbasis kearifan lokal”. Visi ini akan dicapai dengan misi, yaitu, 1) memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan berbasis kearifan lokal dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran; 2) Meningkatkan kualitas penelitian untuk melahirkan orisinalitas ilmu yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan kemanusiaan; 3) meningkatkan kemitraan universitas-masyarakat dalam pengembangan ilmu dan agama untuk kesejahteraan masyarakat; 4) menggali dan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal untuk mewujudkan masyarakat berkeadaban; 5) mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam skala regional, nasional, dan internasional untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Sedangkan tujuan UIN KHAS Jember adalah, 1) menghasilkan sarjana unggul yang memiliki kapasitas akademik dan cara pandang terbuka berbasis kearifan local; 2) menghasilkan sarjana yang memiliki pemahaman moderat, kemampuan manajerial, dan kepekaan sosial untuk menyatukan ilmu dan masyarakat melalui keterhubungan keragaman; 3) menjadikan Universitas sebagai pusat pengembangan keilmuan berbasis kearifan lokal yang terkemuka dan terbuka dalam bidang kajian dan penelitian; 4) meneguhkan peran universitas dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan wawasan keislaman dan kemanusiaan yang moderat.

Untuk itu, tekad perubahan alih status yang dilakukan selama ini, yakni sejak diberikan amanah menjadi Ketua STAIN Jember, Rektor IAIN Jember, dan mewujudkan UIN KHAS Jember adalah sebuah keniscayaan dalam rangka membangun peradaban bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, secara regulasi perubahan lembaga diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 15 Tahun 2014 sehingga yang memenuhi syarat layak berubah, menjadikan Islam sebagai pusat peradaban dalam menyelesaikan berbagai problematika bangsa dan dunia menuntut peningkatan kualitas kampus melalui perubahan institusi, tuntutan kualitas sumber daya manusia bisa dijawab dengan alih status, tuntutan masyarakat dunia terhadap Islam rahmatan lil alamin semakin kuat yang bisa diwadahi melalui alih status, serta respos dunia kerja dan stakeholder yang tinggi dapat dipenuhi melalui “pintu” alih status ini.

*) Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., MM., Guru Besar Ilmu Manajemen, Rektor IAIN Jember.

iain-jember Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah diresmikan oleh Menteri Agama RI pada awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2020 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube