header-int

Rektor Imbau Seluruh Elemen Kampus Makmurkan Masjid

Jumat, 07 Mei 2021, 11:22:23 WIB - 162 View
Share
Rektor Imbau Seluruh Elemen Kampus Makmurkan Masjid

HUMAS – Masjid sebaiknya tidak hanya dipakai sebagai tempat untuk kegiatan salat berjamaah. Apalagi bila keberadaanya di dalam kampus. Karena di situ banyak intelektual maupun calon intelektual. Harusnya mereka bisa memanfaatkan masjid untuk kegiatan kajian keilmuan maupun pengembangan pemikiran baru.

Karena itu, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengimbau seluruh elemen yang ada di kampusnya untuk aktif memakmurkan masjid. “Kami berharap seluruh elemen yang ada di kampus ini punya tanggung jawab untuk mengisi ruang-ruang kosong yang ada di masjid,” tandas Babun saat memberi sambutan di acara doa khotmil Quran di Masjid IAIN Jember Kamis (6/5/2021).

Para elemen kampus mulai dari pegawai, mahasiswa hingga dosen, bisa memanfaatkan masjid sebagai sarana diskusi untuk memecahkan masalah. Baik itu masalah sosial, pendidikan, keilmuan maupun persoalan-persoalan lain. Dari masjid kampus diharapkan juga bisa mencetak para pemikir atau intelektual. “Ke depan, pimpinan akan lebih memaksimalkan distribusi anggaran untuk masjid kampus,” tambah Babun.

Di agenda yang sama Warek III Dr Hepni Zein dalam tausiahnya juga berharap khutbah Jumat yang dilakukan di masjid kampus tidak hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja. Tapi, juga memiliki nilai lebih yang bisa berdampak pada segenap aspek kehidupan sosial. “Jadi diperlukan adanya perubahan yang siginifikan dalam mengelola masjid. Caranya dengan banyak melakukan inovasi,” paparnya.

Salah satu inovasi yang bisa ditawarkan Hefni, mengemas khutbah jumat berkurikulum. Caranya, para khotib yang khutbah di masjid kampus materinya harus mengikuti silabi yang telah dibuat oleh takmir. “Jadi, ada silabi materi khutbah atau SAK (satuan acara khutbah) sebagai pedoman yang harus dipatuhi para khotib supaya isi khotbahnya sesuai yang ditargetkan,” jelasnya.

Dengan inovasi seperti itu, materi khutbah yang disampaikan oleh khotib diharapkan bisa didalami dan diikuti jamaah secara berkelanjutan sebagaimana santri mengaji di pesantren. Sumber referensi seperti kitab maupun ayat yang dipakai oleh khotib jelas asalnya, termasuk tema dan target yang diberikan oleh takmir kepada khotib juga sesuai yang diharapkan.

Selain itu, materi khutbah dari para khotib juga bisa didokumentasikan atau dibukukan yang selanjutnya bisa jadi bahan referensi berharga. “Kalau ini bisa diterapkan, insya Allah bisa menangkal pemikiran-pemikiran ekstrem dan radikal yang bisa merusak tatanan sosial di masyarakat,” pungkas Hefni. (Humas/Choliq)

iain-jember Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah diresmikan oleh Menteri Agama RI pada awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2021 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube