header-int

Dosen IAIN Jember Kenalkan Islam Moderat di Eropa

Jumat, 12 Jul 2019, 06:34:13 WIB - 541 View
Share
Dosen IAIN Jember Kenalkan Islam Moderat di Eropa

HUMAS - Achmad Fathor Rosyid menjadi satu-satunya akademisi dari Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan Islam wasathiyah (jalan tengah) di Eropa. Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (Prodi PMI) Fakultas Dakwah IAIN Jember itu terpilih untuk mengikuti program PROM Summer School for PhD Student di Wroclaw University of Economics, Polandia. Ia berhasil menyisihkan puluhan dosen dari penjuru tanah air berkat proposal penelitiannya yang sedang dipersiapkan untuk disertasi program doktoral di Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Jember.

Ada 17 peneliti dari 17 negara yang lolos seleksi mendapat beasiswa dari Wroclaw University of Economics Polandia bekerjasama dengan European Union untuk mengikuti program ini. “Alhamdulillah, saya satu-satunya dari Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program yang berlangsung selama satu setengah bulan pada Juli-Agustus 2019 di Polandia,” papar Fatkhur di kampus IAIN Jember Kamis (11/07/2019).

Menurut pria yang juga pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember, salah satu yang dinilai menarik oleh tim seleksi dari pihak pengundang adalah proposal penelitiannya tentang konsep kepemimpinan spiritual pesantren dalam membangun dan mengenalkan nilai-nilai Islam. Terutama nilai-nilai Islam moderat yang mampu dikolaborasikan secara positif dalam membangun budaya organisasi dengan kondisi kekinian di Indonesia.

”Para kiai pesantren banyak yang berhasil mewarnai Islam di Indonesia menjadi budaya yang moderat, tidak kaku, tidak ekstrem dan tidak gampang menyalahkan ataupun menghakimi seseorang dengan hukum agama yang menakutkan. Mereka sepertinya cukup tertarik dengan kajian penelitian ini,” paparnya.

Mengingat, tambah Fatkhur, umumnya orang Barat memandang nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam sarat dengan budaya intoleran dan kekerasan sebagaimana yang sering mereka lihat di negara-negara timur tengah. ”Karena itu, program ini juga akan saya jadikan sarana untuk mengenalkan Islam Nusantara yang ramah dan mengedepankan konsep rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Ada pengalaman menarik terkait proposal penelitian yang diajukan sebagai syarat untuk bisa mengikuti seleksi program ini. Proposal penelitiannya yang semula tebalnya 50 halaman diminta oleh guru besar dari Wroclaw University yang mewawancarainya supaya diringkas menjadi tiga halaman. ”Orang sana (Barat) memang selalu ingin yang praktis dan tidak bertele-tele. Di sana sudah terbiasa misalnya disertasi tebalnya hanya tujuh atau 10 halaman,” ungkap mubalig muda yang juga direktur Lembaga Amil Zakat AZKA Al-Baitul Amin Jember sambil terkekeh.

Selama satu setengah bulan berada di Polandia, Fatkhur akan mendapatkan bantuan dari Wroclaw University of Economics dan European Union sebesar 12.000 zlotyc atau sekitar Rp 40 juta. Jumat (12/07/2019) hari ini ia akan bertolak menuju kota Wroclaw di Polandia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali dengan dua kali transit. Masing-masing di kota Doha dan Frankfrut. (Humas/Choliq)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube